Saatnya Memilih! Asyiknya Menjadi Pemilih Pemula

17880327_1945364129031989_5591409561534926925_o

Sebagai sekolah pemimpin, SMART Ekselensia Indonesia sudah sepatutnya mendorong para siswanya peka terhadap demokrasi, khususnya demokrasi untuk memilih pemimpin negara atau daerah di Indonesia dengan jujur adil (jurdil) serta langsung umum bebas rahasia alias luber.

Seperti yang kamu ketahui kalau saat ini tengah memanas Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Ibu Kota kita tercinta, DKI Jakarta. Di Pilgub kali ini kita disuguhkan dengan idealisme dari dua pasangan calon yang sama kuatnya,mereka mengusung berbagai program super agar Jakarta bisa lebih baik lagi ke depannya. Nah dua minggu yang lalu usia saya genap tujuh belas tahun, itu berarti saya sudah bisa mendapatkan identitas resmi dari negara alias e-Kartu Tanda Penduduk (e-KTP (KTP elektronik)). Kebetulan saya orang Jakarta, itu berarti saya bisa memilih calon gubernur favorit di Pilgub Putaran Kedua.

18055793_1945364269031975_3029257291374789560_o

Tanggung jawab serta ingin mencari pengalaman lah yang mendorong saya untuk menyegerakan diri mengurus administrasi untuk membuat e-KTP dan mengurus surat keterangan agar dapat memilih dalam Pesta Demokrasi Pilgub DKI Jakarta.

Tanggal 12 April merupakan langkah awal saya untuk menjadi pemilih pemula, saya izin tidak masuk sekolah dan pergi bersama ayah ke Kantor Kecamatan Pejaten Barat untuk mengurus administrasi e-KTP dan surat keterangan untuk Pilgub, di sana saya langsung menghadap bagian tamu dan menyerahkan surat pengantar RT dan RW serta Kartu Keluarga untuk persyaratan pembuatan e-KTP. Setelah semua persyaratan dianggap lengkap, saya di panggil oleh petugas e-KTP untuk melakukan beberapa tahap pengumpulan data basis e-KTP. Pada tahap tersebut, saya memasukan sidik jari, tanda tangan, pindaian retina mata, foto diri, dan beberapa persyaratan lain. Setelah itu saya langsung diminta untuk menandatangani surat pengajuan membuat e-KTP dan menandatangani surat keterangan untuk ikut Pilgub.

17917744_1945363395698729_5210173405739715447_o

Akhirnya tanggal 19 datang juga, itu artinya Pilgub Jakarta Putaran Kedua segera dimulai. Saya beserta Yanwari, teman seangkatan juga sekelas, berangkat ba’da Subuh dari SMART menggunakan angkot menuju Stasiun Bogor lalu naik Commuterline. Sekitar pukul 10.00 saya sampai di rumah, saya langsung menuju TPS berasama ayah untuk mengambil data pemilih, setelah itu saya berangkat  ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tempat saya memilih, meskipun jarak TPS lumayan jauh (saya tinggal di Jagakarsa namun TPS berlokasi di Pejaten Barat) tapi tak membuat semangat saya surut. Saya diantar oleh adik sampai ke TPS, namun sayangnya karena saya tidak termasuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), akhirnya saya harus menunggu waktu pencoblosan hingga pukul 12.00. akhirnya giliran saya tiba juga, saya diminta oleh panitia Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) untuk mengisi data tambahan, baru setelah itu diperbolehkan untuk memilih. Nama saya dipanggil sebagai nomor urut pemilih yang menggunakan surat keterangan dalam daftar pemilih tambahan kemudian saya segera menuju petugas  KPPS, mengambil surat suara, dan menuju bilik suara. Di bilik suara saya sudah terdapat paku dan alas kecil untuk melakukan pencoblosan, tanpa pikir panjang dan dengan mengucapkan Bismillah saya mencoblos pasangan calon gubernur pilihan saya. Setelah selesai saya segera menutup surat suara lalu memasukkannya ke kotak suara dan mencelupkan kelingking saya ke dalam botol tinta sebagai tanda bahwa saya telah resmi memilih. Ada perasaan senang yang tak terperi.

Setelah melakukan mencoblos saya dan adik melakukan safari Pilgub dengan mengunjungi beberapa TPS lain untuk melihat hasil dari pemungutan suara. Saya juga mengunjungi beberapa tempat pemenangan suara dari masing-masing paslon.

17966616_1945364982365237_9049790499994592718_o

Seluruh rangkaian Pilgub Putaran Kedua ini merupakan pengalaman yang luar biasa untuk saya, saya banyak belajar bahwa untuk menjadi seorang pemimpin kita harus paham betul tentang kebutuhan rakyat secara menyeluruh, kita juga harus paham akan arti demokrasi yang Luber dan Jurdil agar terhindar dari segala bentuk intimidasi untuk mencapai hasil yang terbaik.

Saya mengucapkan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta terplilih, semoga amanah dan dapat bekerja dengan baik serta mampu membuat Jakarta lebih baik lagi. (MIA x AR)