Selamat Berjuang Siswa SMART

Selamat Berjuang Siswa SMART

oleh Asep Rogia, Guru Islamika SMART

 

بِالإِمْتِحَانِ يُكْرَمُ المَرْءُ أَوْ يُهَانُ
Dengan ujian, seseorang bisa menjadi mulia atau sebaliknya menjadi hina.
Kembali ungkapan pepatah arab memberikan kita makna dan pembelajaran hidup. Adalah seorang Yusuf Shalahuddin Al-Ayubi, disaat ia menawan banyak tentara salib namun tidak memiliki makanan yang cukup untuk para tawanan, ia dihadapkan pada dua pilihan: membuat mereka mati kelaparan atau membebaskan mereka. Dan ia pun memilih membebaskan mereka. Setelah mereka bebas, mereka membentuk kesatuan tentara untuk menyerang balik tentara Islam. Al-Ayubi sang pemberani itu pun tak menyesali keputusannya, karena ia berkayakinan bahwa membunuh mereka di medan perang, jauh lebih terhormat daripada membunuh mereka sebagai tawanan yang kelaparan. Dan kalah sebagai kesatria, jauh lebih mulia daripada menang sebagai pecundang.
Pagi ini, Selasa 14 Mei 2019, di bulan penuh rahmat, 117 siswa SMART Ekselensia Indonesia mengikuti Penilaian Akhir Tahun. Sebelum mengikuti ujian para siswa mendapatkan wejangan terkait pentingnya belajar dan kejujuran, salah satu wejangan tersebut disampaikan Ustaz Abdul Gani sebagai Ketua Panitia PAT di apel pagi; beliau menyampaikan bahwasanya ujian adalah tolak ukur sejauh mana para siswa SMART memahami pelajaran-pelajaran yang telah diberikan, selain itu beliau juga turut menyemangati para siswa agar tak pantang menyerah ketika ujian.
Rasulullah dalam sabdanya “puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka” (HR. Ahmad). Maka sebagaimana perisai yang digunakan dari pukulan, senjata, dan serangan musuh ketika perang maka puasa akan menjaga pelakunya dari berbagai  bentuk kemaksiatan di dunia.
Selamat melaksanakan ujian siswa SMART, jadilah pemenang bukan pecundang. Raihlah kesuksesan tanpa kecurangan. semoga Rabb Jalla Jalaluh senantiasa menaungi dan menghujani kita dengan rahmatNya. Aamin Ya Robbal arsyil adzim.
مَا مِنْ اجْتِهَادٍ وَدُعَاءٍ وَتَوَكُّلٍ إِلاَّ سَيَأْتِي مِنْ بَعْضِهَا حُسْنُ النَّجاَحِ
Tidaklah akan datang kesuksesan kecuali setelah ijtihad/usaha, doa, dan tawakkal.