Semangat Baru Meraih Keajaiban Membaca

img-20161212-wa0000

“Semoga festivalnya asyik dan seru. Kesan dan mimpiku untuk datang ke festival ini semoga terwujud,” ujar salah seorang siswa SMART Ekselensia Indonesia mengenai harapannya mengikuti Festival Pembaca Indonesia 2016 di sela-sela perjalanan menuju Museum Nasional Indonesia.

Pagi itu tidak seperti biasanya. Matahari bersinar terang saat sebelas orang siswa SMART Ekselensia Indonesia bersiap menuju sebuah festival. Setelah sebelumnya diadakan seleksi menulis resensi buku, akhirnya kami pada hari Ahad (11/12) mendapat kesempatan untuk mengikuti acara bertajuk “Festival Pembaca Indonesia” yang diselenggarakan oleh komunitas Goodreads Indonesia di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Festival ini diadakan sebagai tempat di mana pembaca di seluruh Indonesia bisa saling menunjukan berbagai keajaiban membaca sesuai dengan tema festival tahun ini bertajuk “7 Keajaiban Membaca”.

Setelah menempuh perjalanan dari SMART, sekitar pukul 07.30 kami telah sampai di Museum Nasional. Seraya menunggu dimulainya festival pada pukul 09.00, kami berjalan menuju Monas dan mengikuti acara hari bebas kendaraan bermotor. Saat festival pembaca dibuka, kami langsung menuju acara pertama yang dinantikan, bioskop baca. Bioskop baca merupakan sebuah pemutaran film-film yang terinspirasi dari sebuah buku. Di sana kami menonton sebuah film inspiratif berjudul “Le Petit Prince”. Banyak pelajaran yang kami ambil dari pemutaran film tersbut salah satunya berani untuk mewujudkan mimpi.

Setelah menikmati keseruan film, kami bergerak menuju kegiatan “Book Swap” dan “Book Blind Date”. Kegiatan ini berupa aksi tukar menukar buku yang sebelumya telah ditutupi dengan sampul. Khusus untuk “Book Swap”, kami dapat menukar buku secara bebas sesuai judul yang kita inginkan. Dari asrama kami telah menyiapkan “amunisi-amunisi” buku yang siap kami tukarkan dengan buku favorit kami. Walaupun harus berdesak-desakan dan saling berebut buku, kami terobati dan puas dengan didapatkannya buku –buku yang kami inginkan.

img-20161212-wa0001

Semakin matahari mendekati titik puncak, festival pun semkin ramai dikunjungi para pembaca yang berasal dari seluruh Indonesia. Keramaian tidak berhenti disatu kegiatan saja, banyak booth-booth dari berbagai  komunitas pembaca buku di Indonesia. Mereka melakukan banyak cara untuk menarik antusiasme para peserta festival. Salah satunya adalah booth Gramedia Pustaka Utama yang membagikan banyak pembatas buku gratis. Tak ketinggalan pula dengan booth Serapium Kaskus yang menggadakan kuis berhadiah yang diikiti sebagai dari kami.

Seperti tidak puas dengan beberapa kegiatan saja, setelah makan siang kami melanjutkan aksi seru yaitu mengikuti lokakarya mendongeng. Para peserta lokakarya saling berinteraksi dalam menunjukan aksi terbaiknya dalam mendongeng. Tidak jarang tawa dan canda hadir dalam lokakarya ini.  setelah mengikuti lokakarya, film kedua yang kami nantikan tiba, “The 100 Year Old Man Who Climb Out the Window Dissapeared”.  Walau harus berdesak-desakan kami tetap semangat untuk menonton pemutaran film yang sebelumnya telah kami baca novelnya.

img-20161212-wa0002

Keceriaan kami belum usai. Tsaury, Fahmi, Hamid, dan Rafi berhasil mendapat kotak misteri dari salah satu permainan yang diadakan oleh sebuah booth. Keceriaan dan senyum merona tergambar jelas saat berhasil menyusun buku dengan baik. Tepuk tangan meriah hadir saat pembacaan pemenang Anugrah Pembaca Indonesia 2016. Beberapa penulis dan pendesain buku terbaik di  Indonesia berhasil menyabet penghargaan bergengsi tersebut. Seolah tidak mau ketinggalan, sebuah penampilan prosa ditampilkan oleh seorang pembaca yang diiringi oleh musik elektronik.

Tidak terasa matahari semakin meninggalkan kami. Setelah acara penganugrahan usai, kami bergegas menuju musholla untuk melaksanakan Sholat Asar. Hingga pada akhirnya Festival Pembaca 2016 resmi ditutup pada pukul 16.00. Pak Junaidi telah menunggu di luar museum untuk megantarkan kami pulang kembali ke SMART. Tidak lupa kami berfoto sejenak untuk mengabadikan perjalanan kami dalam festival tersebut. Perjalanan pun terasa menyenangkan dan tidak pernah kami lupakan dalam goresan tinta-tinta di buku kecil kami. Semoga keajaiban buku selalu hadir menemai langkah kami kapanpun dan dimanapun. (SR)

img-20161213-wa0001 img-20161213-wa0000