Semangat Pemuda Mengekspresikan Budaya Negeri di OHARA

Demi menghadirkan kembali budaya Indonesia yang kian tenggelam, SMART Ekselensia Indonesia menghelat kegiatan tahunan berskala nasional bernama Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA).  OHARA mulai diselenggarakan sejak 2009 silam, menginjak tahun ketujuh, OHARA 2016 mengusung tema “Ekspresikan Budaya Negeri”  dan bertujuan mengangkat kembali budaya Indonesia yang kaya akan nilai-nilai luhur, dipadu dengan unsur kreativitas generasi muda bangsa. Harapannya OHARA  mampu mendorong para pelajar sekolah menengah di seluruh Indonesia mengenal budaya dan mencintai Indonesia.

ohara

Kegiatan yang dikhususkan untuk siswa-siswi sekolah menengah pertama maupun atas di seluruh Indonesia ini diikuti  500 peserta dari berbagai penjuru nusantara, peserta terjauh datang dari Tarakan, Kalimantan Utara. Para peserta berkompetisi untuk memerebutkan Piala Gubernur Jawa Barat juga uang pembinaan bernilai puluhan juta Rupiah. OHARA 2016 diadakan di Sekolah SMART Ekselensia Indonesia, Parung, Jawa Barat, dengan menggadang  enam lomba yang meramaikan seperti Lintas Nusantara (Lintara), Opera Van Jampang (OVJ), Story Telling, Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN), Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), dan Futsal. Selain siswa sekolah menengah, OHARA juga menyasar para pegiat ilmu humaniora dan lembaga-lembaga yang peduli pada pengembangan ilmu humaniora.

saman

Di OHARA hari pertama para peserta disambut Tarian Saman yang dibawakan dengan apik oleh tim Tari Saman angkatan dua belas SMART. Selepas penampilan mereka, para peserta kembali dihibur dengan penampilan Trash Music (TRASHIC) yang enerjik dan membangkitkan semangat. OHARA 2016 dibuka oleh bapak Syafei, GM Sekolah Model, yang mengungkapkan bahwa OHARA 2016 merupakan kegiatan pengaplikasian nilai-nilai kemasyarakatan dan sosial yang mulai jarang ditemui pada generasi muda. Ia juga menekankan betapa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

syapeu

Dalam kesempatan tersebut para peserta diajak untuk merefleksikan budaya-budaya Indonesia yang kaya dan khas melalui serangkaian penampilan kesenian yang menggugah kecintaan pemuda-pemudi terhadap bangsanya. “Kami berharap OHARA tahun ini makin menumbuhkan semangat dan kecintaan generasi muda pada budaya Indonesia,” ujar Arman, Ketua Panitia OHARA 2016. Seluruh siswa SMART Ekselensia Indonesia terlibat aktif dalam menyukseskan pagelaran tahunan ini, bahu-membahu mereka menyiapkan konsep, ide, dan eksekusi akhir agar OHARA 2016 berjalan dengan baik. “Kami berusaha melibatkan seluruh siswa SMART agar mereka memiliki ikatan yang kuat satu sama lain, selain itu kami juga ingin mereka lebih mencintai Indonesia,” pungkas Arman.

Pada OHARA 2016, Festival Akultursi Kuliner Nusantara (FAKN) kebanjiran peminat dikarenakan keunikan yang diusung oleh 24 peserta dalam memadukan makanan khas Indonesia dengan budaya dari daerah dan negara lain. Banyak pihak yang mengapresiasi pelaksanaan OHARA 2016, salah satunya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyatakan sangat mengapresiasi acara ini. “Olimpiade Humaniora Nusantara merupakan ajang kompetisi yang sangat positif bagi siswa sekolah menengah di tengah maraknya berbagai pemberitaan negatif mengenai pelajar di Tanah Air,” tegas Dwi Laksmi, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Kami berharap Olimpiade Humaniora mampu mewadahi berbagai hal positif yang dimiliki generasi muda Indonesia,” tutupnya.

fakn

fakn-2

 

OHARA 2016 bukan sekadar menekankan kecintaan pada budaya, tetapi juga mengajak untuk melakukan aksi nyata dalam beberapa lomba, salah satunya Opera van Jampang (OVJ). Peserta OVJ membawakan berbagai macam cerita seputar legenda nusantara yang dibawakan dengan penuh kejenakaan namun tetap menginspirasi.

ovj

Kecintaan para siswa sekolah menengah terhadap bangsa dan negara adalah tantangan nyata saat ini. Lintas Nusantara (Lintara) merupakan sebuah lomba dalam OHARA 2016 yang diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut dengan perpaduan tes tulis, berbalas pantun, dan lintas alam. Sebanyak 14 tim dari masing-masing sekolah berebut untuk menjadi yang terbaik dan mendapatkan Piala Bergilir Kemdikbud.

p_20161026_101651 p_20161026_101809

Tradisi lisan turun-temurun diwariskan sangat penting untuk dilestarikan. Sebanyak lima belas pelajar yang telah lolos seleksi pertama mengikuti babak final lomba story telling di OHARA 2016. Para peserta menceritakan kisah legenda Indonesia di depan tiga orang juri dan hadirin yang memadati Aula SMART. Antusiasme dan semangat terlihat berbagai gerakan dan perlengkapan yang digunakan. Decak kagum pun datang kepada peserta setelah melakukan aksinya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

stortel

Ide-ide kreatif para pemuda dari seluruh nusantara sangat sayang untuk dibiarkan saja, maka  OHARA 2016 mewadahi ide-ide nyata para pemuda tersebut ke dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) untuk menyalurkan ide mereka yang dapat diaplikasikan di masyarakat.

Kami berharap di hari kedua pelaksanaan OHARA 2016 akan lebih banyak lagi kejutan-kejutan yang dibawakan oleh para peserta. (AR x SR)