Setengah Memori

Oleh: Azzam, Kelas XII IPS

Setengah memori dipenggal degup masa
Sisanya, tertinggal pada
Manuskrip yang tertulis tintanya,
Sedang tentangnya semakin tertinggal
Dilelap pekatnya kekinian,  tersenggal
Tanpa napas menyejuk kehidupan
Hanya nampak pada guratan raut
Pada beberapa orang yang senja,
Yang memindai dengan mata
Milik hati,
Diberkahi lusinan cahaya nirvana,
Sebab jiwa raga menghamba
Merapal puja puji surgawi,
Setengah tak percaya
Aku berlari lalui lorong-lorong
Berharap tak dibui dusta melolong,
Terus mencari dengan harap setitik cahaya
Padahal intuisi menggurui
Memaksa akal merasuk lakuan diri
Menyumpal doktrin-doktrin pagi tadi
Dengan buku yang tak kumengerti,
Dibaca tanpa sempat memahami,
Hanya sedikit yang kutahu, tentangnya
Disertai rembulan yang terbelah bersamanya
Datang seterang gemintang
Dimuka kehidupan,
Membawa seberkas harapan
Untuk segumpal peradaban,
Dan kini, masa seakan menghapus
barisan memori tersisa,
Terlupa akannya

11.08 WIB
(Kota Hujan, 2016)
-Na Dhif-