SMART Ekselensia Indonesia: Sekolah Pengkader Generasi Islami

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie

(GM SMART Ekselensia Indonesia Islamic Boarding School)

Sesiapa yang mempelajari Al-Qur’an, mesti mengenal sosok Haman. Ya, Haman adalah seorang cendekiawan sekaligus penasehat kerajaan dari seorang raja adidaya, Fir’aun. Haman adalah seorang yang memiliki ilmu pengetahuan luas. Namun, sayang Haman salah dalam menempatkan posisi dirinya. Dengan ilmunya, Haman malah berada di barisan Fir’aun dan menjadi penentang dakwah Nabi Musa ‘Ailihissalam. Ilmu yang dimilikinya malah mencelakakan dirinya.

Sindiran yang keras dari Allah juga dialamatkan kepada para ahli ilmu dari Bani Israil sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 5. Para ahli ilmu dari Bani Israil itu diumpamakan seperti keledai yang memanggul kitab-kitab di punggungnya, namun tidak memahami untuk apa. Demikianlah, para ahli ilmu dari Bani Israil itu terus menerus menumpuk ilmu, namun justru semakin jauh dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Dua poin di atas menginsyafkan kita bahwa tidaklah cukup hanya mengajarkan ilmu kepada anak didik kita. Tanpa terlebih dahulu menanamkan iman di dalam hati mereka. Bahkan, mempelajari Al-Qur’an tanpa dilandasi iman bisa berpotensi mengutak-ngatik penafsiran Al-Qur’an supaya sesuai dengan kepentingannya. Inilah mengapa di sekolah kami, SMART Ekselensia Indonesia Islamic Boarding School, ditanamkan iman dan akhlak terlebih dahulu sebelum anak-anak digenjot dengan berbagai ilmu pengetahuan.

Spirit ini jelas tertuang dalam visi sekolah kami, yakni menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian Islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi, dan berdayaguna. Visi ini menggambarkan dua tujuan pendidikan dalam Islam, yakni mendidik siswa (santri) menjadi hamba yang ta’at (QS. Adz-Dzariyat: 56) dan mengkader mereka menjadi khalifah (QS. Al-Baqarah: 2).

Kompetensi kepribadian Islami dan mandiri level 1 kami targetkan tuntas dicapai oleh siswa kami pada kelas 1 dan 2 (kelas VII dan VIII). Kemudian, kompetensi mandiri level2 dan 3, berprestasi, berjiwa pemimpin, dan bedayaguna kami berikan untuk siswa kami pada kelas 3, 4, dan 5 (Kelas IX, X – XII). Karena, untuk jenjang SMA, sekolah kami menyelenggarakan program percepatan 2 tahun.

Visi sekolah ini diturunkan dalam kurikulum pembinaan di sekolah dan asrama. Baik melalui pembelajaran tatap muka di kelas maupun pembiasaan dan pembelajaran keseharian. Semua aktifitas pembelajaran dan pembinaan diarahkan agar mencapai visi tersebut.

Profil lulusan siswa yang dihasilkan SMART Ekselensia Indonesia bukanlah siswa yang cerdas secara akademis, namun yatim dalam aspek akhlak. Melainkan, siswa yang beriman, taat, dan berakhlak mulia, serta pada sisi lain memiliki kompetensi kemandirian, kepemimpinan, dan prestasi dibidangnya masing-masing. Inilah yang menjadi keunggulan SMART Ekselensia Indonesia. SMART Ekselensia Indonesia tidak hanya mampu mengantarkan siswanya meraih prestasi, seperti medali emas OSN, jurnalistik, dan 100% lulus PTN, namun juga melahirkan anak didik yang ta’at kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mencintai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan demikian, pendidikan tidak pernah melahirkan sosok seperti Haman yang hanya merugikan umat. Melainkan, sosok pemuda-pemuda pembangun peradaban, seperti Sayidina Ali bin Abi Thalib, Mus’ab bin Umair, Usamah bin Zaid, Imam Asy-Syafi’i, dan Muhammad Al-Fatih.

Kami bermimpi kelak di masa mendatang para alumni siswa SMART Ekselensia Indonesia adalah orang-orang yang mengisi posisi penting dan strategis di negeri ini. Lalu, memberikan kontribusi terbaik bagi agama dan kemaslahatan umat.