Syahrizal Rachim: Berdakwah Lewat Tulisan dan Media

IMG-20170605-WA0008-800x800

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie
GM SMART Ekselensia Indonesia Islamic Leadership Boarding School
Tidak banyak siswa yang memiliki kemampuan menulis dan jurnalistik yang mumpuni. Menulis masih menjadi momok bagi siswa. Menuangkan ide dan pendapat lewat tulisan rasanya seperti harus memanggul beban berton-ton. Namun, tidak demikian dengan Syarhrizal Rachim. Siswa Sekolah Pemimpin SMART Ekselensia Indonesia asal Depok ini sangat mencintai dunia tulis-menulis dan jurnalistik.

“Pertama kali saya terkesan dengan SMART Ekselensia Indonesia ketika tes potensi akademik. Ketika itu, selain tes matematika dasar dan Agama Islam, ada tes mengarang tentang cita-cita. Saya excited banget. Wah, ini sekolahnya beda banget dengan yang lain,” tutur Syahrizal penuh ekspresi.

Karena itu, ketika Syahrizal dinyatakan lulus sebagai penerima manfaat beasiswa SMART Ekselensia Indonesia, ia sangat antusias dan yang paling memacu adrenalinnya belajar di SMART Ekselensia Indonesia adalah ekstra kurikuler (ekskul) jurnalistik. Syahrizal pun langsung mendaftar di ekskul jurnalistik dan bertekad berbuat sesuatu dengan ekskul ini.

“Mengapa saya tertarik dengan menulis dan jurnalistik? Karena, lewat menulis dan  jurnalistiklah saya bisa berpendapat dan menyampaikan gagasan secara elegan dan beretika,” papar Syahrizal.

Dengan kepiawaiannya menulis, guru pembimbing ekskul jurnalistik mendapuk Syahrizal menjadi pemimpin redaksi majalah S’Detik, majalah yang diterbitkan oleh ekskul jurnalistik. Target prestasi langsung dicanangkan olehnya dalam satu tahun periode kepemimpinannya. Ketika itu, Syahrizal kelas 3 SMART Ekselensia Indonesia.

Hasilnya, pada Oktober 2015 lalu, Syahrizal berhasil membawa tim S’Detik meraih Juara I pada Lomba Karya Jurnalistk Siswa Tingkat Nasional di Solo yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Bahkan, secara individu, Syahrizal berhasil menyabet penghargaan untuk kategori The Best Opinion.

Perjuangan panjang itu berbuah manis. Karena, sebelumnya Syahrizal dan tim mesti melewati kompetisi di level kabupaten dan provinsi. Syukur Alhamdulillah, Syahrizal dan tim berhasil mengungguli para kompetitornya dan melenggang ke tingkat nasional, dan akhirnya berhasil menyabet Juara I untuk mengharumkan nama Sekolah Pemimpin SMART Ekselensia Indonesia.

Tidak sampai di sini kiprah Syahrizal, rupanya ia punya visi besar dengan jurnalistik. Syahrizal bercita-cita berdakwah lewat tulisan dan media. Ia bercita-cita menjadi pengusaha dibidang media. Lewat media, Syahrizal ingin mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Bagi saya, menulis dan jurnalistik adalah hobi saya. Menulis dan jurnalistik seperti bagian hidup saya yang tidak terpisahkan dengan diri saya. Lewat media dan jurnalistik, saya ingin mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Saya terinspirasi dengan surat kabar Republika,” terang Syahrizal ketika ditanya tentang cita-citanya.

Ya, meski terlahir dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi, Syahrizal menancapkan cita-citanya setinggi angkasa untuk Islam dan Indonesia.

Kami tunggu karya-karya besarmu, nak. Mendakwahkan Islam lewat tulisan dan media. Kabarkan ke segenap penjuru Indonesia dan dunia tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Agar cahaya Islam yang indah dan damai menerangi semesta dunia.

Mari bergabung dan bergandengan tangan bersama Dompet Dhuafa Pendidikan untuk menyalakan pelita harapan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program-program pendidikan berkualitas. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda ke: 2881 2881 26 BNI Syariah an. Yayasan Dompet Dhuafa Republika.