Pos

Lulusan Smart Ekselensia Diharapkan Jadi Agen Perubahan

Corporate Communication Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi menambahkan, sekolah SMART Ekselensia Indonesia tidak ingin melahirkan anak-anak yang pintar di bidang akademis saja, tapi setelah terjun ke masyarakat seperti orang asing. Maka mereka diajari berbagai budaya dan akulturasinya, sehingga mereka mudah berdapatasi di tengah masyarakat.

Maka lulusan SMART Ekselensia Indonesia diharapkan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Anak-anak SMART Ekselensia Indonesia sejak duduk di bangku SMP sudah praktik membuat proyek sosial. Jadi selama lima tahun sekolah di SMART Ekselensia Indonesia, minimal para siswa sudah membuat lima proyek sosial.

Ia mencontohkan, saat terjadi pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara, Papua. Anak-anak SMART Ekselensia Indonesia ditantang kepeduliannya. Akhirnya mereka membuat mini konser amal di Stasiun Bogor. Mereka meminta izin kepada pihak kepolisian dan mempersiapkan berbagai kebutuhan acara konser tersebut

“Hanya satu jam mereka konser, terhimpun dana jutaan rupiah, disalurkan ke Dompet Dhuafa untuk Tolikara, mereka juga membuat program sosial untuk anak-anak sekitar, melalui program SMART mengajar,” jelasnya.

Dian berharap, anak-anak lulusan SMART Ekselensia Indonesia tumbuh jiwa kepemimpinan dan sosialnya. Hal yang paling penting, anak-anak harus sadar mereka punya tanggungjawab terhadap masyarakat setelah mereka sukses nanti. Sehingga mereka bisa berguna untuk masyarakat, agama, bangsa dan negara.

SMART Ekselensia Indonesia Cetak Generasi Pemimpin

Dompet Dhuafa hadir dengan pedoman lima pilar program, salah satunya adalah pendidikan. Sekolah SMART Ekselensia Indonesia menjadi salah satu program dari pilarnya.

Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, Muhammad Syafi\’i Elbantani (Kak Syaf) mengatakan, program SMART Ekselensia Indonesia berbentuk sekolah bebas biaya untuk anak-anak dhuafa berprestasi dari seluruh Indonesia. Anak-anak dhuafa yang lolos seleksi akan disekolahkan di SMP dan SMA SMART Ekselensia Indonesia pada Lembaga Pengembangan Insani di Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dijelaskan Kak Syaf, anak-anak akan belajar di SMP selama tiga tahun dan di SMA selama dua tahun. Mereka juga akan tinggal di asrama yang segala kebutuhannya telah disediakan oleh donatur Dompet Dhuafa

“Semua anak-anak dibiayai Dompet Dhuafa dari kebaikan para donatur, mulai dari kedatangan, seleksi, biaya pendidikan, makan dan semuanya dicover Dompet Dhuafa, bahkan sampai mereka lulus SMA,” kata Kak Syaf kepada Republika.co.id, Kamis (7/2).

Ia menjelaskan, SMART Ekselensia Indonesia adalah sekolah kepemimpinan. Siswa-siswa SMP dan SMA belajar kurikulum nasional dari pemeritah. Tapi mereka juga belajar kepemimpinan, berbicara di depan umum, berargumentasi dan memecahkan masalah. Artinya mereka belajar keterampilan sebagai seorang pemimpin (personal leadership skill).

Selain itu, siswa-siswa juga belajar keterampilan kepemimpinan sosial (social leadership). Seperti belajar manajemen organisasi dan rekayasa sosial. Mereka juga diberi pengalaman magang di desa dan membuat proyek sosial di tengah masyarakat

Sehingga siswa SMART Ekselensia Indonesia tidak hanya berpikir untuk kesuksesan pribadi. Tapi mereka juga berpikir bagaimana berkontribusi untuk masyarakat.

“Karena mereka lahir dari Dompet Dhuafa, Dompet Dhuafa lahir untuk memberdayakan masyarakat marginal, maka setiap penerima manfaatnya harus memiliki nilai itu,” ujarnya

Kak Syaf menegaskan, sekolah SMART Ekselensia Indonesia tidak hanya mendidik anak-anak supaya pintar di bidang akademik. Tapi juga melatih mereka supaya memiliki jiwa sosial yang berkontribusi untuk kepentingan umum. Hasilnya sudah bisa dilihat, sebanyak 90 persen lebih, lulusan SMART Ekselensia Indonesia diterima di perguruan tinggi negeri

Alumni SMART Ekselensia Indonesia juga bisa mendapat beasiswa dari pemerintah. Rata-rata mereka menduduki posisi penting di organisasi kampusnya masing-masing. Ini adalah hasil belajar keterampilan kepemimpinan saat mereka belajar di sekolah SMART Ekselensia Indonesia.

“Jadi yang menonjol di sekolah SMART Ekselensia Indonesia selain akademik, juga kepemimpinan siswanya, itu diukur dari kontribusi anak-anak SMART Ekselensia Indonesia kepada masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sumber : Republika

Pelatihan Kepemimpinan

Memulai Dinamika Sekolah Dengan Leadership Camp Ala SMART

Kembali sekolah setelah libur panjang seringkali menjadi hal yang menantang. Banyak siswa yang antusias namun banyak juga yang merasa malas. Tak bisa dipungkiri kondisi itu pun terjadi di SMART Ekselensia Indonesia (SMART). Karenanya, para wali asrama menggagas Leadership Camp untuk siswa SMART.

Leadership Camp tahun ini mengangkat tema “Aku Siap Kembali Berjuang di SMART”. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada Jumat hingga Sabtu (11-12/1), di Joglo Resort Ciapus, Bogor. Sebanyak 194 siswa SMART dari seluruh kelas akan mengikuti acara ini.

Training kepemimpinan ini bertujuan untuk mengembalikan kembali jiwa ke-SMART-an siswa, yaitu kepemimpinan, disiplin, mandiri, kebersamaan, dan tanggung jawab. Sebagai sekolah yang mengangkat kepemimpinan sebagai kekhasannya, kegiatan ini menjadi krusial untuk dilakukan.

“Selain mengembalikan jiwa SMART, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan frekuensi kejiwaan para siswa agar siap mengikuti dinamika sekolah dan asrama. Acara ini juga dirancang untuk menjalin kembali keharmonisan hubungan antarsiswa”, jelas Nurhayati, Supervisor Marketing komunikasi Dompet Dhuafa Pendidikan.

Berbagai aktivitas telah dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. Berkemah dengan tenda, kompetisi antarkelompok, outbond, api unggun, juga Jurit Malam, adalah beberapa aktivitas yang akan dilaksanakan para siswa. Tak lupa sisi kerohanian juga disentuh dengan salat malam, salat berjamaah, hafalan Alquran, zikir Al-Ma’tsurat, dan muhasabah atau kontemplasi bersama.

Liburan kenaikan kelas memang menjadi momen paling dinantikan, terutama oleh para siswa SMART. Karena momen sekali dalam setahun inilah, mereka bisa pulang kampung bertemu dengan keluarga. Memanaskan kembali semangat para siswa menjadi hal krusial agar mereka siap untuk berjuang lagi di SMART. Semoga Leadership Camp ala SMART ini dapat memberikan dampak yang signifikan.

Cinta Budaya Islam, DD Pendidikan dan Dapoer Enterprise Gelar Lomba Marawis

Gempuran budaya asing yang sangat masif pada generasi muda islam membuat khawatir berbagai pihak. Jika dibiarkan, maka budaya islam bisa hilang ditelan zaman termasuk marawis. Menyadari hal tersebut, DD Pendidikan dan Dapoer Enterprise bekerjasama gelar lomba marawis pada hari Sabtu, 24 November 2018 di Mall Blok M.

Boyke selaku Ketua Panitia dari Dapoer Enterprise menyampaikan bahwa event ini dilaksanakan sekaligus untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad 1440 H.

“Saya berharap kedepan marawis dapat dijadikan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di berbagai sekolah. Jangan sampai marawis tergerus zaman sebagaimana budaya Betawi saat ini” lanjut Boyke

Dalam acara lomba hari ini, tim marawis SMART Ekselensia Indonesia DD Pendidikan berkesempatan tampil menjadi pembuka acara. Wildan selaku vokalis menyampaikan bahwa dirinya sangat senang mendapatkan pengalaman tampil didepan banyak orang. Wildan yang berasal dari Kalimantan Selatan ini juga bercita-cita mengikuti jejak kakaknya yaitu sebagai vokalis marawis.

Salah satu peserta lomba marawis, Muhammad Farhan Nabil dari SMPIT Insan Mubarok juga menyampaikan harapannya.

“Saya berharap agar marawis bisa menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan islam” celoteh Farhan sapaan akrabnya.

Dalam sambutannya, Zulfa dari DD Pendidikan memotivasi peserta agar jangan menganggap perlombaan sebagai beban.

“Hilangkan rasa takut kalah, takut dimarahin, dan ketakutan lainnya. Tapi jadikan moment ini sebagai ajang silaturahmi antar sekolah, guru, dan lembaga lain, dan jadikan perlombaan ini sebagai ajang senang-senang” pesan Zulfa.

Selain untuk menjalin silaturahmi, lomba marawis ini diharapkan dapat menguatkan kolaborasi antara Dapoer Enterprise dan Blok M dengan Dompet Dhuafa Pendidikan.

Tentunya semua pihak juga berharap agar acara ini semakin menambah rasa cinta pada budaya islam termasuk marawis.

Kami Tidak Takut! UNBK 2018 Akan Kami Taklukkan

Kami Tidak Takut! UNBK 2018 Akan Kami Taklukkan

 

Rasa baru kemarin kami melaksanakan sidang Karya Ilmiah Siswa SMART (KAISS), tetiba Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 sudah datang saja. Sekadar informasi untuk kalian, Ujian Nasional (UN) tahun ini kami menggunakan sistem berbasis komputer alias UNBK seperti tahun sebelumnya. “Lalu apa sih UNBK?” Mungkin sebagian dari kamu  belum tahu apa itu UNBK, UNBK adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer atau biasa juga disebut Computer Based Test (CBT) di mana sistem pelaksanaannya menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada 2014 secara daring (online.pen) dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada 2015 lalu akhirnya dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-daring yaitu soal dikirim dari peladen (server.pen) pusat secara daring melalui jaringan (sinkronisasi) ke peladen lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh peladen lokal (sekolah) secara luring (offline.pen). Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari peladen lokal (sekolah) ke peladen pusat secara daring. Yang jelas kami telah mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang berhubungan dengan ujian yang –katanya- menentukan nasib kami di masa depan ini.

Jauh sebelum UNBK tiba kami sudah sibuk belajar, belajar, istirahat, belajar, dan belajar. Kelihatannya belajar melulu ya? Padahal tidak juga kok, ada waktu di mana kami bisa bersantai, bahkan mungkin terlalu santai hehe. Mulai hari ini, Senin (09-04) hingga Kamis (12-04) kami akan berjuang dan bertarung dengan soal-soal yang menentukan kelulusan kami. Keheningan jelas menyelimuti SMART, karena selama Kelas XII melaksanakan UNBK, kelas di bawahnya (kelas VII, VIII, IX, X) tidak boleh ribut untuk menghormati kakak-kakak kelas yang sedang melaksanakan UNBK; para adik kelas juga dilarang ke Laboratorium Komputer SMP, tempat dilaksanakannya UNBK.

Dari tahun ke tahun ada ritual yang selalu kami lakukan sebelum masuk ke kelas untuk melaksanakan ujian lho, pukul 06.30 WIB kami sudah berkumpul di masjid untuk melaksanakan Salat Duha agar hati lebih tenang, sekaligus meminta kemudahan ketika mengerjakan soal yang diujikan. Setelahnya kami berkumpul untuk doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah. Ketika dirasa cukup dan hati kami sudah lebih tenang kami baru diizinkan masuk ke kelas. Berbeda dengan ujian di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini peserta ujian dibagi menjadi tiga shift yakni pukul 07.30-09.30 untuk Kelompok 1, pukul 10.30-12.30 untuk Kelompok 2, dan pukul 14.00-16.00 untuk Kelompok 3. Lalu kenapa dikelompokkan? Karena mencegah terjadinya keriuhan dan koneksi yang kurang stabil, oleh karenanya ujian dibagi menjadi tiga bagian.

Tahukah kamu kalau setiap tahunnya SMART (Alhamdulillah) berhasil meluluskan semua muridnya dan rerata capaian sekitar 97% diterima di PTN kenamaan? Oleh karenanya banyak pihak yakin kalau UNBK 2018 mampu membuat SMART meluluskan semua siswa-siswanya dan masuk PTN favorit, aamiin.

“Jujur deg-degan banget, tapi karena sudah belajar dan yakin pasti bisa, jadinya tak khawatir lagi. Bismillah saja pokoknya,” ujar Iqbal, Kelas XII IPS, harap-harap cemas. “Kalau saya sih yakiin bisa, saya merasa percaya diri sekali hari ini,” kata Devon, Kelas XII IPA, menimpali.

P_20180409_091509_HDR

Ada 53 siswa yang mengikuti UNBK, selama empat hari kami akan berjuang menyelesaikan mata pelajaran yang  di-UNBK-kan. Untuk mata pelajaran yang diujikan sendiri antara lain Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Lalu ada satu hari khusus untuk mata pelajaran pilihan yakni Biologi, Fisika, dan Kimia untuk jurusan IPA. Ekonomi, Geografi, Sosisologi untuk jurusan IPS.

Oh iya sekadar informasi untuk kalian, kalau setiap tahunnya banyak juga lho teman-teman kita yang stres menjelang dan saat ujian tiba, pun kami merasakan hal yang sama. Selain (mungkin) karena kurangnya persiapan dan kesiapan, bisa juga karena standar yang dipatok lumayan tinggi. Nah kami ada beberapa tips nih untuk kalian agar tidak stres menghadapi UNBK tahun depan:

  1. Kamu harus siap lahir batin! Jangan anggap UNBK sebagai momok menakutkan, anggap saja ulangan biasa dengan soal yang lebih menantang.
  2. Persiapkan mental dan diri sebaik mungkin, karena yang tahu kapasitasmu kan hanya kamu.
  3. Banyak-banyak berdoa karena kekuatan doa itu maha dahsyat.
  4. Jangan lupa sarapan sebelum ke sekolah, karena sarapan terbukti mampu menambah daya konsentrasi.
  5. Percaya diri dan jangan pernah menyontek!
  6. Kerjakan soal yang menurut kamu paling mudah.

Semoga tips tersebut membantumu

Kami mohon doamu ya, semoga kami bisa mengerjakan soal dengan baik, mendapatkan nilai yang baik, dan bisa masuk PTN yang kami inginkan. Kami juga mendoakan agar kalian semua juga lulus dengan nilai terbaik aamiin! Doakan kami juga ya Sobat SMART! (AR)

#SMARTSemangat #Ritme

 

 

Idul Adha 1437 H di SMART Ekselensia Indonesia

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

 

foto-1

 

Hujan mengguyur sedari Minggu (11/09) malam. Di masjid sekolah kami takbir mulai berkumandang, saling sahut dengan Masjid Al-Madina disebrang jalan, riuh rendah suaranya, dan entah kenapa terasa menenangkan.

Lalu kami tersadar kalau tahun ini kami kembali merayakan Hari Raya Idul Adha di SMART, namun hal tersebut tak membuat kami sedih karena kami merupakan keluarga besar yang selalu ada untuk satu sama lain. Nah, agar Idul Adha tahun ini lebih berkesan kami bersatu padu mempersiapkan berbagai hal supaya perayaan dan pelaksanaan Shalat Ied esok berjalan dengan baik.

“Yang paling saya suka di SMART itu kekeluargaan dan gotong royongnya, bahagia rasanya bersama-sama menyiapkan banyak hal untuk shalat esok hari,” ujar Ibnu, Kelas XII IPA.

Bukan hanya Ibnu Sob, semua siswa SMART pasti merasakan hal yang sama, merasakan ikatan yang kuat walau kami berasal dari daerah dan keluarga yang berbeda. Ah sudah larut, saatnya tidur, esok akan menjadi hari yang indah untuk kami.

 

foto-2

 

Senin (12/09) – Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah yang kami nanti akhirnya tiba. Walau semalam hujan ternyata pagi ini cuaca begitu cerah, udara begitu segar, kami sudah rapi jali; wangi dan siap melaksanakan Shalat Ied. Oh iya kamu sudah tahu belum sejarah Idul Adha? Hmmm kalau belum akan kami ceritakan sedikit ya.

Semua dimulai dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim menanti lama untuk mendapatkan momongan, ia membutuhkan waktu 96 tahun hingga akhirnya diberi keturunan. Selama kurun waktu tersebut ia tak berputus asa dan terus berikhtiar hingga akhirnya lahirlah Ismail.

Setelah Ismail besar, Allah SWT memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih Ismail.  Ibrahim jelas kaget, namun sebagai hamba yang taat maka ia mengikuti perintah Allah SWT. Lalu ia meminta pendapat Ismail: “Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu”. Ismail pun menjawab: “Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan kepadamu, Insha Allah engkau akan menemuiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Mendengar perkataan Ismail, hati Ibrahim terenyuh. Dengan keikhlasan, ketaqwaan, dan keimanan, Ibrahim akhirnya menyembelih Ismail. Tetapi saat pisau telah bersarang di leher Ismail, pisau tersebut malah tak mampu melaksanakan tugasnya, lalu Allah berfirman: “Wahai Ibrahim. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpimu itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata” (Ash Shoffat: 104-106).

Kemudian Allah berfirman dalam Surat Ash Shoffat: 107
“Dan Kami tebus (ganti) anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. Malaikat Jibril pun datang dengan membawa seekor domba yang besar

 

Itulah sepenggal sejarah dibalik Hari Raya Idul Adha Sob, semoga kisah di atas makin memperkuat ketaatan kita pada Allah ya.

Oke kembali lagi ke perayaan Hari Raya Idul Adha di SMART ya. Shalat Ied di SMART dimulai pukul 06.30 WIB, suasana begitu khidmat dan tak satu pun dari kami yang berbicara, semua fokus untuk beribadah sebaik-baiknya. Sekitar pukul 07.30 WIB Shalat Ied selesai dilaksanakan dan kami segera berhamburan ke asrama untuk berbenah, berganti pakaian, lalu segera meluncur ke lapangan untuk melihat prosesi pemotongan hewan kurban.

 

foton-3

 

Di lapangan teman-teman kami sudah berkumpul. Ada yang sedang memberi makan hewan kurban, ada yang –berusaha- membantu panitia, ada yang bermain dengan adik kelas, ada juga yang membaca buku. Iya kamu tak salah baca, siswa SMART memang gemar sekali membaca buku di mana pun Sob.

 

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

 

Nah agar tak terjadi kesemrawutan karena banyaknya siswa SMART di lapangan, maka Panitia Kurban mengumpulkan kami dan membagi kami ke dalam beberapa kelompok. Ada yang terpilih membantu panitia ketika penyembelihan, ada yang bertugas membantu menguliti hewan kurban, dan ada yang betugas membantu membungkus; menimbang serta mendistribusikan hewan kurban pada warga. Semua tugas kami kerjakan dengan baik, kami senang sekali, lagi-lagi pengalaman baru kembali kami dapatkan. Oh dan kami juga mendapatkan beberapa kantong daging Sob, Alhamdulillah.

 

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

 

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

 

Setelah semua selesai kami berkumpul lagi untuk nyate, semua angkatan tumplek blek menikmati hasil kerja keras yang telah kami lakukan. Berhari raya di SMART selalu menyenangkan, setiap tahunnya banyak hal baru menyapa kami dan kami tak bosan dibuatnya. (AR)