Pos

UNITAR Malaysia Berikan Apresiasi untuk SMART Ekselensia Indonesia

BOGOR – Dompet Dhuafa Pendidikan mendapat kunjungan dari Universitas Tun Abdul Razak (UNITAR) Malaysia pada hari Sabtu (27/10). UNITAR merupakan salah satu kampus swasta di Malaysia. Kampus ini menggabungkan kelas konvensional dengan penggunaan efisiensi bahan kursus berbasis situs web serta proses pembelajaran online.

Rombongan dari UNITAR sampai di kampus SMART pada pukul 08.00. Mereka diterima di Aula Masjid Al Insan Dompet Dhuafa Pendidikan. Sebanyak 80 orang siswa Kelas 4 dan Kelas 5 SMA SMART Ekselensia Indonesia hadir menyambut dan ikut berdialog bersama saudara serumpun ini. Acara dibuka dengan sambutan dari Abdul Khalim selaku Senior Manager SMART Ekselensia Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari UNITAR yang disampaikan oleh Aziey Mohd selaku Business Development UNITAR.

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengenalkan UNITAR lebih jauh kepada seluruh siswa SMA SMART Ekselensia Indonesia. Pada kesematan ini juga dibahas rencana kerjasama antara UNITAR dengan SMART, yaitu pemberian beasiswa kepada beberapa siswa terpilih untuk melanjutkan pendidikan di UNITAR.

“Saya sangat senang sekali bisa kenal SMART Ekselensia, murid-muridnya pandai-pandai. Saya salut dengan semangat mereka, sampai tadi banyak sekali pertanyaan yang harus saya jawab,” kesan Aziey. Ia juga menambahkan bahwa tidak sulit untuk mendapatkan beasiswa di UNITAR. Pasalnya, seleksi beasiswa hanya akan dilakukan dari nilai raport. “Jadi semangat belajar kalian juga harus ditingkatkan, ya!” pungkas Aziey.

Baik UNITAR maupun SMART berharap ke depan terjalin hubungan baik yang saling mendukung. “Harapannya, dengan adanya kunjungan ini akan terjalin kerjasama yang baik antara SMART dengan UNITAR. Ke depan, akan ada banyak siswa SMART yang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Semoga UNITAR salah satu kampusnya,” ungkap Khalim.

Cara SMART Ajak Anak Muda Harmonikan Budaya Nusantara

Seiring masifnya arus globalisasi yang melanda negeri ini, kekhawatiran akan semakin tergerusnya budaya nusantara semakin mencuat. Hal itu bukan tanpa alasan. Seiring dunia yang makin tanpa batasan, dengan bantuan teknologi yang juga makin canggih, budaya asing makin kuat pula menggempur. Sasaran utamanya tentu saja anak-anak muda selaku pengguna aktif teknologi kekinian. Maka budaya yang notabenenya adalah identitas bangsa besar ini pun, tak bisa dielakkan dari krisis yang akan melandanya.

Bertolak dari pemikiran tersebut, SMART Ekselensia Indonesia (SMART) melakukan tindakan nyata. Sejak 2009 lalu, sekolah berlabel Islamic Leadership Boarding School ini menginisiasi OHARA, singkatan dari Olimpiade Humaniora Nusantara setiap tahunnya. Selayaknya olimpiade, OHARA juga berformat kompetisi. Perlombaan kreasi budaya antar sekolah ini sudah berlevel nasional. Pesertanya adalah siswa SMP-SMA sederajat. Tahun ini merupakan perhelatan OHARA yang ke-10. Telah lebih dari 1500 siswa dari seluruh Indonesia menjadi peserta olimpiade ini.

Tahun ini OHARA mengangkat tema “Satukan Harmoni Budaya Nusantara”. Sesuai dengan  tujuan dihelatnya OHARA itu sendiri, yaitu untuk memperkuat pengetahuan generasi muda dalam hal kebudayaan dan keharmonisan nusantara. Olimpiade ini akan berlangsung selama dua hari pada tanggal 24-25 Oktober 2018, berlokasi di sekolah SMART, Desa Jampang, Kemang, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 286 siswa yang berasal dari 36 sekolah akan berlaga dalam OHARA. Mereka akan berkompetisi di lima cabang lomba, yaitu Lomba Essay, FAKN, Story Telling, Lintara, dan OVJ. Lomba Esai adalah ajang bagi para peserta untuk menuangkan gagasan mereka tentang kebudayaan nusantara. FAKN atau Festival Akulturasi Kuliner Nusantara adalah kompetisi memadukan dua atau lebih kuliner dari daerah yang berbeda, namun tidak meninggalkan kekhasannya.

OVJ, singkatan dari Opera Van Jampang adalah pentas drama bernuansa budaya berbumbu humor, namun tetap memiliki pesan moral. Cerita yang diangkat dalam OVJ biasanya adalah dongeng khas nusantara. Sedangkan Story Telling adalah kompetisi keahlian menceritakan kembali cerita rakyat nusantara menggunakan bahasa Inggris. Dan, Lintara atau Lintas Nusantara, merupakan lomba masterpiece SMART yang memadukan tes tulis, permainan tradisional, cosplay, dan jelajah lintas alam, kesemua tantangan tersebut tetap benuansakan budaya Indonesia.

SMART sendiri adalah sekolah menengah berasrama bebas biaya yang didirikan oleh Dompet Dhuafa untuk anak-anak berprestasi dengan keterbatasan ekonomi dari seluruh Indonesia. Siswa SMART menjalani sekolah SMP-SMA secara akselerasi dengan sistem kredit semester (SKS) dan program pendidikan kepemimpinan. OHARA merupakan bentuk apresiasi para siswa SMART terhadap keragaman budaya dari daerah-daerah asal mereka. (NRS)

Idul Adha 1437 H di SMART Ekselensia Indonesia

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

 

foto-1

 

Hujan mengguyur sedari Minggu (11/09) malam. Di masjid sekolah kami takbir mulai berkumandang, saling sahut dengan Masjid Al-Madina disebrang jalan, riuh rendah suaranya, dan entah kenapa terasa menenangkan.

Lalu kami tersadar kalau tahun ini kami kembali merayakan Hari Raya Idul Adha di SMART, namun hal tersebut tak membuat kami sedih karena kami merupakan keluarga besar yang selalu ada untuk satu sama lain. Nah, agar Idul Adha tahun ini lebih berkesan kami bersatu padu mempersiapkan berbagai hal supaya perayaan dan pelaksanaan Shalat Ied esok berjalan dengan baik.

“Yang paling saya suka di SMART itu kekeluargaan dan gotong royongnya, bahagia rasanya bersama-sama menyiapkan banyak hal untuk shalat esok hari,” ujar Ibnu, Kelas XII IPA.

Bukan hanya Ibnu Sob, semua siswa SMART pasti merasakan hal yang sama, merasakan ikatan yang kuat walau kami berasal dari daerah dan keluarga yang berbeda. Ah sudah larut, saatnya tidur, esok akan menjadi hari yang indah untuk kami.

 

foto-2

 

Senin (12/09) – Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah yang kami nanti akhirnya tiba. Walau semalam hujan ternyata pagi ini cuaca begitu cerah, udara begitu segar, kami sudah rapi jali; wangi dan siap melaksanakan Shalat Ied. Oh iya kamu sudah tahu belum sejarah Idul Adha? Hmmm kalau belum akan kami ceritakan sedikit ya.

Semua dimulai dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim menanti lama untuk mendapatkan momongan, ia membutuhkan waktu 96 tahun hingga akhirnya diberi keturunan. Selama kurun waktu tersebut ia tak berputus asa dan terus berikhtiar hingga akhirnya lahirlah Ismail.

Setelah Ismail besar, Allah SWT memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih Ismail.  Ibrahim jelas kaget, namun sebagai hamba yang taat maka ia mengikuti perintah Allah SWT. Lalu ia meminta pendapat Ismail: “Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu”. Ismail pun menjawab: “Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan kepadamu, Insha Allah engkau akan menemuiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Mendengar perkataan Ismail, hati Ibrahim terenyuh. Dengan keikhlasan, ketaqwaan, dan keimanan, Ibrahim akhirnya menyembelih Ismail. Tetapi saat pisau telah bersarang di leher Ismail, pisau tersebut malah tak mampu melaksanakan tugasnya, lalu Allah berfirman: “Wahai Ibrahim. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpimu itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata” (Ash Shoffat: 104-106).

Kemudian Allah berfirman dalam Surat Ash Shoffat: 107
“Dan Kami tebus (ganti) anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. Malaikat Jibril pun datang dengan membawa seekor domba yang besar

 

Itulah sepenggal sejarah dibalik Hari Raya Idul Adha Sob, semoga kisah di atas makin memperkuat ketaatan kita pada Allah ya.

Oke kembali lagi ke perayaan Hari Raya Idul Adha di SMART ya. Shalat Ied di SMART dimulai pukul 06.30 WIB, suasana begitu khidmat dan tak satu pun dari kami yang berbicara, semua fokus untuk beribadah sebaik-baiknya. Sekitar pukul 07.30 WIB Shalat Ied selesai dilaksanakan dan kami segera berhamburan ke asrama untuk berbenah, berganti pakaian, lalu segera meluncur ke lapangan untuk melihat prosesi pemotongan hewan kurban.

 

foton-3

 

Di lapangan teman-teman kami sudah berkumpul. Ada yang sedang memberi makan hewan kurban, ada yang –berusaha- membantu panitia, ada yang bermain dengan adik kelas, ada juga yang membaca buku. Iya kamu tak salah baca, siswa SMART memang gemar sekali membaca buku di mana pun Sob.

 

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

 

Nah agar tak terjadi kesemrawutan karena banyaknya siswa SMART di lapangan, maka Panitia Kurban mengumpulkan kami dan membagi kami ke dalam beberapa kelompok. Ada yang terpilih membantu panitia ketika penyembelihan, ada yang bertugas membantu menguliti hewan kurban, dan ada yang betugas membantu membungkus; menimbang serta mendistribusikan hewan kurban pada warga. Semua tugas kami kerjakan dengan baik, kami senang sekali, lagi-lagi pengalaman baru kembali kami dapatkan. Oh dan kami juga mendapatkan beberapa kantong daging Sob, Alhamdulillah.

 

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

 

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

 

Setelah semua selesai kami berkumpul lagi untuk nyate, semua angkatan tumplek blek menikmati hasil kerja keras yang telah kami lakukan. Berhari raya di SMART selalu menyenangkan, setiap tahunnya banyak hal baru menyapa kami dan kami tak bosan dibuatnya. (AR)