Pos

Pengumuman Hasil Seleksi SNB SMP dan SMA SMART Ekselensia Indonesia 2019

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi SNB SMART Ekselensia 2019
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi SNB SMART Ekselensia 2019

Selamat kepada 521 siswa yang lulus tahap seleksi adminstrasi & berhak mengikuti tes akademik SMART Ekselensia Indonesia pada tanggal 16/17 Februari 2019

(List daftar dalam tabel pdf)

Bagi wilayah Jabodetabek tes dilaksanakan di Bumi pengembangan insani DD Pendidikan jl. Raya parung km.42 Desa Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor pada tanggal 17 Februari dan untuk selain Jabodetabek dilaksanakan di Panitia daerah masing-masing pada tanggal 16/17 Februari 2019 (Alamat di sertakan)

Tes akademik :
SMP : Matematika, B.Indonesia dan Pendidikan Agama Islam

SMA : Matematika, B.Indonesia Pendidikan Agama Islam, B. Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam

Pelaksanaan Tes Seleksi SMART

  1. Sumatra Utara : 16 Februari 2019
  2. Sumatra Barat : 16 Februari 2019
  3. Riau : 17 Februari 2019
  4. Kepri Batam : 16 Februari 2019
  5. Jambi : 17 Februari 2019
  6. Sumatra Selatan : 17 Februari 2019
  7. Bangka Belitung : 16 Februari 2019
  8. Lampung : 17 Februari 2019
  9. Banten : 16 Februari 2019
  10. Jabodetabek : 17 Februari 2019
  11. Jawa Barat : 16 Februari 2019
  12. Jawa Tengah – Semarang : 16 Februari 2019
  13. Jateng Purwokerto : 16 Februari 2019
  14. Yogyakarta : 16 Februari 2019
  15. Malang : 17 Februari 2019
  16. Bali : 17 Februari 2019
  17. Kalbar : 16 Februari 2019
  18. Kalimantan Selatan : 17 Februari 2019
  19. Sulawesi Selatan : 16 Februari 2019
  20. Sulawesi Tenggara : 17 Februari 2019
  21. Sulawesi Tengah : 16/17 Februari 2019
  22. Nusa Tenggara Barat : 17 Februari 2019
  23. Nusa Tenggara Timur : 16 Februari 2019

Lulusan Smart Ekselensia Diharapkan Jadi Agen Perubahan

Corporate Communication Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi menambahkan, sekolah SMART Ekselensia Indonesia tidak ingin melahirkan anak-anak yang pintar di bidang akademis saja, tapi setelah terjun ke masyarakat seperti orang asing. Maka mereka diajari berbagai budaya dan akulturasinya, sehingga mereka mudah berdapatasi di tengah masyarakat.

Maka lulusan SMART Ekselensia Indonesia diharapkan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Anak-anak SMART Ekselensia Indonesia sejak duduk di bangku SMP sudah praktik membuat proyek sosial. Jadi selama lima tahun sekolah di SMART Ekselensia Indonesia, minimal para siswa sudah membuat lima proyek sosial.

Ia mencontohkan, saat terjadi pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara, Papua. Anak-anak SMART Ekselensia Indonesia ditantang kepeduliannya. Akhirnya mereka membuat mini konser amal di Stasiun Bogor. Mereka meminta izin kepada pihak kepolisian dan mempersiapkan berbagai kebutuhan acara konser tersebut

“Hanya satu jam mereka konser, terhimpun dana jutaan rupiah, disalurkan ke Dompet Dhuafa untuk Tolikara, mereka juga membuat program sosial untuk anak-anak sekitar, melalui program SMART mengajar,” jelasnya.

Dian berharap, anak-anak lulusan SMART Ekselensia Indonesia tumbuh jiwa kepemimpinan dan sosialnya. Hal yang paling penting, anak-anak harus sadar mereka punya tanggungjawab terhadap masyarakat setelah mereka sukses nanti. Sehingga mereka bisa berguna untuk masyarakat, agama, bangsa dan negara.

SMART Ekselensia Indonesia Cetak Generasi Pemimpin

Dompet Dhuafa hadir dengan pedoman lima pilar program, salah satunya adalah pendidikan. Sekolah SMART Ekselensia Indonesia menjadi salah satu program dari pilarnya.

Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, Muhammad Syafi\’i Elbantani (Kak Syaf) mengatakan, program SMART Ekselensia Indonesia berbentuk sekolah bebas biaya untuk anak-anak dhuafa berprestasi dari seluruh Indonesia. Anak-anak dhuafa yang lolos seleksi akan disekolahkan di SMP dan SMA SMART Ekselensia Indonesia pada Lembaga Pengembangan Insani di Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dijelaskan Kak Syaf, anak-anak akan belajar di SMP selama tiga tahun dan di SMA selama dua tahun. Mereka juga akan tinggal di asrama yang segala kebutuhannya telah disediakan oleh donatur Dompet Dhuafa

“Semua anak-anak dibiayai Dompet Dhuafa dari kebaikan para donatur, mulai dari kedatangan, seleksi, biaya pendidikan, makan dan semuanya dicover Dompet Dhuafa, bahkan sampai mereka lulus SMA,” kata Kak Syaf kepada Republika.co.id, Kamis (7/2).

Ia menjelaskan, SMART Ekselensia Indonesia adalah sekolah kepemimpinan. Siswa-siswa SMP dan SMA belajar kurikulum nasional dari pemeritah. Tapi mereka juga belajar kepemimpinan, berbicara di depan umum, berargumentasi dan memecahkan masalah. Artinya mereka belajar keterampilan sebagai seorang pemimpin (personal leadership skill).

Selain itu, siswa-siswa juga belajar keterampilan kepemimpinan sosial (social leadership). Seperti belajar manajemen organisasi dan rekayasa sosial. Mereka juga diberi pengalaman magang di desa dan membuat proyek sosial di tengah masyarakat

Sehingga siswa SMART Ekselensia Indonesia tidak hanya berpikir untuk kesuksesan pribadi. Tapi mereka juga berpikir bagaimana berkontribusi untuk masyarakat.

“Karena mereka lahir dari Dompet Dhuafa, Dompet Dhuafa lahir untuk memberdayakan masyarakat marginal, maka setiap penerima manfaatnya harus memiliki nilai itu,” ujarnya

Kak Syaf menegaskan, sekolah SMART Ekselensia Indonesia tidak hanya mendidik anak-anak supaya pintar di bidang akademik. Tapi juga melatih mereka supaya memiliki jiwa sosial yang berkontribusi untuk kepentingan umum. Hasilnya sudah bisa dilihat, sebanyak 90 persen lebih, lulusan SMART Ekselensia Indonesia diterima di perguruan tinggi negeri

Alumni SMART Ekselensia Indonesia juga bisa mendapat beasiswa dari pemerintah. Rata-rata mereka menduduki posisi penting di organisasi kampusnya masing-masing. Ini adalah hasil belajar keterampilan kepemimpinan saat mereka belajar di sekolah SMART Ekselensia Indonesia.

“Jadi yang menonjol di sekolah SMART Ekselensia Indonesia selain akademik, juga kepemimpinan siswanya, itu diukur dari kontribusi anak-anak SMART Ekselensia Indonesia kepada masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sumber : Republika

Pelatihan Kepemimpinan

Memulai Dinamika Sekolah Dengan Leadership Camp Ala SMART

Kembali sekolah setelah libur panjang seringkali menjadi hal yang menantang. Banyak siswa yang antusias namun banyak juga yang merasa malas. Tak bisa dipungkiri kondisi itu pun terjadi di SMART Ekselensia Indonesia (SMART). Karenanya, para wali asrama menggagas Leadership Camp untuk siswa SMART.

Leadership Camp tahun ini mengangkat tema “Aku Siap Kembali Berjuang di SMART”. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada Jumat hingga Sabtu (11-12/1), di Joglo Resort Ciapus, Bogor. Sebanyak 194 siswa SMART dari seluruh kelas akan mengikuti acara ini.

Training kepemimpinan ini bertujuan untuk mengembalikan kembali jiwa ke-SMART-an siswa, yaitu kepemimpinan, disiplin, mandiri, kebersamaan, dan tanggung jawab. Sebagai sekolah yang mengangkat kepemimpinan sebagai kekhasannya, kegiatan ini menjadi krusial untuk dilakukan.

“Selain mengembalikan jiwa SMART, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan frekuensi kejiwaan para siswa agar siap mengikuti dinamika sekolah dan asrama. Acara ini juga dirancang untuk menjalin kembali keharmonisan hubungan antarsiswa”, jelas Nurhayati, Supervisor Marketing komunikasi Dompet Dhuafa Pendidikan.

Berbagai aktivitas telah dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. Berkemah dengan tenda, kompetisi antarkelompok, outbond, api unggun, juga Jurit Malam, adalah beberapa aktivitas yang akan dilaksanakan para siswa. Tak lupa sisi kerohanian juga disentuh dengan salat malam, salat berjamaah, hafalan Alquran, zikir Al-Ma’tsurat, dan muhasabah atau kontemplasi bersama.

Liburan kenaikan kelas memang menjadi momen paling dinantikan, terutama oleh para siswa SMART. Karena momen sekali dalam setahun inilah, mereka bisa pulang kampung bertemu dengan keluarga. Memanaskan kembali semangat para siswa menjadi hal krusial agar mereka siap untuk berjuang lagi di SMART. Semoga Leadership Camp ala SMART ini dapat memberikan dampak yang signifikan.

Cinta Budaya Islam, DD Pendidikan dan Dapoer Enterprise Gelar Lomba Marawis

Gempuran budaya asing yang sangat masif pada generasi muda islam membuat khawatir berbagai pihak. Jika dibiarkan, maka budaya islam bisa hilang ditelan zaman termasuk marawis. Menyadari hal tersebut, DD Pendidikan dan Dapoer Enterprise bekerjasama gelar lomba marawis pada hari Sabtu, 24 November 2018 di Mall Blok M.

Boyke selaku Ketua Panitia dari Dapoer Enterprise menyampaikan bahwa event ini dilaksanakan sekaligus untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad 1440 H.

“Saya berharap kedepan marawis dapat dijadikan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di berbagai sekolah. Jangan sampai marawis tergerus zaman sebagaimana budaya Betawi saat ini” lanjut Boyke

Dalam acara lomba hari ini, tim marawis SMART Ekselensia Indonesia DD Pendidikan berkesempatan tampil menjadi pembuka acara. Wildan selaku vokalis menyampaikan bahwa dirinya sangat senang mendapatkan pengalaman tampil didepan banyak orang. Wildan yang berasal dari Kalimantan Selatan ini juga bercita-cita mengikuti jejak kakaknya yaitu sebagai vokalis marawis.

Salah satu peserta lomba marawis, Muhammad Farhan Nabil dari SMPIT Insan Mubarok juga menyampaikan harapannya.

“Saya berharap agar marawis bisa menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan islam” celoteh Farhan sapaan akrabnya.

Dalam sambutannya, Zulfa dari DD Pendidikan memotivasi peserta agar jangan menganggap perlombaan sebagai beban.

“Hilangkan rasa takut kalah, takut dimarahin, dan ketakutan lainnya. Tapi jadikan moment ini sebagai ajang silaturahmi antar sekolah, guru, dan lembaga lain, dan jadikan perlombaan ini sebagai ajang senang-senang” pesan Zulfa.

Selain untuk menjalin silaturahmi, lomba marawis ini diharapkan dapat menguatkan kolaborasi antara Dapoer Enterprise dan Blok M dengan Dompet Dhuafa Pendidikan.

Tentunya semua pihak juga berharap agar acara ini semakin menambah rasa cinta pada budaya islam termasuk marawis.

UNITAR Malaysia Berikan Apresiasi untuk SMART Ekselensia Indonesia

BOGOR – Dompet Dhuafa Pendidikan mendapat kunjungan dari Universitas Tun Abdul Razak (UNITAR) Malaysia pada hari Sabtu (27/10). UNITAR merupakan salah satu kampus swasta di Malaysia. Kampus ini menggabungkan kelas konvensional dengan penggunaan efisiensi bahan kursus berbasis situs web serta proses pembelajaran online.

Rombongan dari UNITAR sampai di kampus SMART pada pukul 08.00. Mereka diterima di Aula Masjid Al Insan Dompet Dhuafa Pendidikan. Sebanyak 80 orang siswa Kelas 4 dan Kelas 5 SMA SMART Ekselensia Indonesia hadir menyambut dan ikut berdialog bersama saudara serumpun ini. Acara dibuka dengan sambutan dari Abdul Khalim selaku Senior Manager SMART Ekselensia Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari UNITAR yang disampaikan oleh Aziey Mohd selaku Business Development UNITAR.

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengenalkan UNITAR lebih jauh kepada seluruh siswa SMA SMART Ekselensia Indonesia. Pada kesematan ini juga dibahas rencana kerjasama antara UNITAR dengan SMART, yaitu pemberian beasiswa kepada beberapa siswa terpilih untuk melanjutkan pendidikan di UNITAR.

“Saya sangat senang sekali bisa kenal SMART Ekselensia, murid-muridnya pandai-pandai. Saya salut dengan semangat mereka, sampai tadi banyak sekali pertanyaan yang harus saya jawab,” kesan Aziey. Ia juga menambahkan bahwa tidak sulit untuk mendapatkan beasiswa di UNITAR. Pasalnya, seleksi beasiswa hanya akan dilakukan dari nilai raport. “Jadi semangat belajar kalian juga harus ditingkatkan, ya!” pungkas Aziey.

Baik UNITAR maupun SMART berharap ke depan terjalin hubungan baik yang saling mendukung. “Harapannya, dengan adanya kunjungan ini akan terjalin kerjasama yang baik antara SMART dengan UNITAR. Ke depan, akan ada banyak siswa SMART yang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Semoga UNITAR salah satu kampusnya,” ungkap Khalim.

Olimpiade Budaya Pertama di Indonesia Resmi Dibuka

Pagi ini, Rabu (24/10), Olimpiade Humaniora Nusantara atau OHARA resmi dibuka. Olimpiade ini, hanya ada satu-satunya dan pertama di Indonesia. SMART Ekselensia  Indonesia (SMART) yang menginisiasinya. Dan, kali ini adalah tahun ke-10 OHARA digelar.

OHARA dibuka secara resmi oleh Asep Sudarsono, S.Pd.M.M, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah 1. Dalam sambutannya, Asep memberikan apresiasi terhadap olimpiade ini. “Untuk berhasil itu ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, install pengetahuan dengan cara belajar, kedua install keahlian dengan mengikuti beberapa latihan, dan ketiga install pengalaman dengan hadir dalam kegiatan positif, seperti OHARA ini,” ungkap Asep. Tak lupa Asep juga berpesan bahwa dalam kompetisi, menang kalah itu hal yang biasa. Ia meminta pihak yang kalah untuk bersabar, dan bersyukur bagi yang menang.

OHARA dihelat bukan semata untuk mewadahi para pemuda yang sangat bergelora dalam kompetisi, namun acara ini membawa misi penting. Hal ini disampaikan oleh General Manager Sekolah Ekselensia Indonesia, Agung Pardini, dalam sambutannya. “OHARA ini diharapkan dapat menjadi pemantik untuk semua siswa lebih mengenal budaya yang ada di Indonesia dan akhirnya dapat menjadi manusia produktif,” papar Agung.

Perhelatan OHARA tahun ini mengangkat tema “Satukan Harmoni Budaya Nusantara”, sebuah ajakan kepada anak-anak muda untuk tidak hanya melestarikan, namun membuat keragaman budaya ini menjadi sebuah harmoni. Para peserta OHARA pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat, sebanyak 268 siswa dari 37 sekolah menjadi peserta acara masterpiece ini. Selain berasal dari Pulau Jawa, peserta terjauh berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan.

SMART pun berlaku sebagai tuan rumah yang memuliakan tamunya. Berbagai sajian telah disiapkan untuk menyambut dan menghibur para tamu yang hadir. Sebagai pembukaan, siswa-siswa berbakat SMART menyuguhkan Tari Saman yang disambut para hadirin dengan sangat meriah. Selain itu, para siswa SMART hari ini juga tampil dalam teater mini musikal, dan akustik. Rangkaian tampilan seni ini merupakan suplemen untuk mengolah rasa para siswa SMART juga sebagai bentuk pelestarian budaya.

SMART sendiri sebenarnya adalah miniatur Indonesia. Para siswa sekolah berlabel “Islamic Leadership Boarding School” ini berasal dari seluruh penjuru nusantara, dan mewakili keragaman budaya Indonesia. Sekolah menengah berasrama bebas biaya ini didirikan oleh Dompet Dhuafa pada tahun 2004. SMART hadir untuk memberikan kesempatan pada anak-anak berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi, agar dapat mengakses pendidikan yang berkualitas. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Yuli Pujihardi, Direktur Zona Madina, selaku perwakilan dari Dompet Dhuafa. “Permasalahan yang dihadapi dhuafa salah satunya adalah pendidikan dan kami, Dompet Dhuafa menyediakan SMART untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan adanya OHARA ini diharapkan dapat membentuk anak yang memiliki adab, berbudaya dan bangga dengan budaya Indonesia,” terang Yuli.

OHARA telah dilaksanakan sejak tahun 2009 lalu. Lebih dari 1.500 siswa telah menjadi pesertanya. Tahun ini, para peserta OHARA akan berlaga dalam lima kompetisi budaya, yaitu Opera Van Jampang (OVJ), Lintas Nusantara (Lintara), Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN), Story Telling, dan Lomba Esai. Beragam penghargaan telah disediakan untuk para pemenang.

Piala bergilir Gubernur Jawa Barat akan dibawa pulanh oleh pemenang lomba OVJ. Demikian juga untuk pemenang lomba Lintara, mereka akan mendapatkan piala bergilir dari  Kemendikbud. Sedangkan untuk lomba FAKN, Essay dan Story Telling akan mendapatkan uang pembinaan.

Cara SMART Ajak Anak Muda Harmonikan Budaya Nusantara

Seiring masifnya arus globalisasi yang melanda negeri ini, kekhawatiran akan semakin tergerusnya budaya nusantara semakin mencuat. Hal itu bukan tanpa alasan. Seiring dunia yang makin tanpa batasan, dengan bantuan teknologi yang juga makin canggih, budaya asing makin kuat pula menggempur. Sasaran utamanya tentu saja anak-anak muda selaku pengguna aktif teknologi kekinian. Maka budaya yang notabenenya adalah identitas bangsa besar ini pun, tak bisa dielakkan dari krisis yang akan melandanya.

Bertolak dari pemikiran tersebut, SMART Ekselensia Indonesia (SMART) melakukan tindakan nyata. Sejak 2009 lalu, sekolah berlabel Islamic Leadership Boarding School ini menginisiasi OHARA, singkatan dari Olimpiade Humaniora Nusantara setiap tahunnya. Selayaknya olimpiade, OHARA juga berformat kompetisi. Perlombaan kreasi budaya antar sekolah ini sudah berlevel nasional. Pesertanya adalah siswa SMP-SMA sederajat. Tahun ini merupakan perhelatan OHARA yang ke-10. Telah lebih dari 1500 siswa dari seluruh Indonesia menjadi peserta olimpiade ini.

Tahun ini OHARA mengangkat tema “Satukan Harmoni Budaya Nusantara”. Sesuai dengan  tujuan dihelatnya OHARA itu sendiri, yaitu untuk memperkuat pengetahuan generasi muda dalam hal kebudayaan dan keharmonisan nusantara. Olimpiade ini akan berlangsung selama dua hari pada tanggal 24-25 Oktober 2018, berlokasi di sekolah SMART, Desa Jampang, Kemang, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 286 siswa yang berasal dari 36 sekolah akan berlaga dalam OHARA. Mereka akan berkompetisi di lima cabang lomba, yaitu Lomba Essay, FAKN, Story Telling, Lintara, dan OVJ. Lomba Esai adalah ajang bagi para peserta untuk menuangkan gagasan mereka tentang kebudayaan nusantara. FAKN atau Festival Akulturasi Kuliner Nusantara adalah kompetisi memadukan dua atau lebih kuliner dari daerah yang berbeda, namun tidak meninggalkan kekhasannya.

OVJ, singkatan dari Opera Van Jampang adalah pentas drama bernuansa budaya berbumbu humor, namun tetap memiliki pesan moral. Cerita yang diangkat dalam OVJ biasanya adalah dongeng khas nusantara. Sedangkan Story Telling adalah kompetisi keahlian menceritakan kembali cerita rakyat nusantara menggunakan bahasa Inggris. Dan, Lintara atau Lintas Nusantara, merupakan lomba masterpiece SMART yang memadukan tes tulis, permainan tradisional, cosplay, dan jelajah lintas alam, kesemua tantangan tersebut tetap benuansakan budaya Indonesia.

SMART sendiri adalah sekolah menengah berasrama bebas biaya yang didirikan oleh Dompet Dhuafa untuk anak-anak berprestasi dengan keterbatasan ekonomi dari seluruh Indonesia. Siswa SMART menjalani sekolah SMP-SMA secara akselerasi dengan sistem kredit semester (SKS) dan program pendidikan kepemimpinan. OHARA merupakan bentuk apresiasi para siswa SMART terhadap keragaman budaya dari daerah-daerah asal mereka. (NRS)