Ternyata Ramadan Tahun 90-an Seru!

Oleh: Uci Febria, Guru SMART Ekselensia Indonesia

Ramadan ala era 90-an itu seru sekali, mungkin akan sulit ditemukan sekarang. Jamannya sudah beda, tantangan dan keseruannya juga beda. Begitu juga pastinya dengan Ramadan di tahun ini. Di masa pandemi Covid-19, di mana semua dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah membuat memori masa kecil kembali tampil/ Lalu apa aja sih keseruan Ramadan kala itu? Simak yuk

1. Buku Kegiatan Ramadan

Buku ini berisi rekaman setiap kegiatan yang dilakukan selama bulan Ramadan. Isinya mulai dari sahur sampai berbuka. Shalat fardhu, shalat sunnah, sahur, berbuka, catatan ceramah ustaz. Bahkan apakah hari itu kami puasa atau tidak harus dicacat di buku itu. Buku ini mengajarkan pentingnya kejujuran dan keberanian. Buku ini juga melatih kesungguhan dan kesabaran.

 

2. Obor minyak tanah

Selain lilin, alat penerangan lain yang sering kami gunakan adalah obor minyak tanah. Biasanya kami membuat obor dari bambu dan kaos bekas. Selain untuk menerangi saat perjalanan menuju masjid, obor ini juga digunakan untuk menerangi bagian luar masjid karena lampu petromax hanya cukup untuk menerangi bagian dalam masjid.

 

3. Boardgame jadul

Kalau sekarang kita mengenal begitu banyak jenis board game. Kalau dulu, jenisnya itu itu saja dan rata-rata kami memainkannya di bulan Ramadan atau Lebaran. Halma, Ular Tangga dan Ludo menjadi pilihan kami untuk menunggu waktu berbuka puasa. Tentunya setelah menyelesaikan target tilawah saat itu.

 

4. Kembang Api

Kembang Api dulu merupakan barang mewah di desa kami. Biasanya Kembang Api baru dijual di bulan Ramadan. Di keluarga kami, kembang api menjadi reward di akhir pekan jika puasa selama pekan itu penuh. Bermain kembang Api menjadi salah satu hiburan bagi kami saat pulang tarawih atau di waktu sahur.

 

5. Bedil

Sistem kerjanya seperti meriam. Dibuat dari bambu. Salah satu ujungnya dibuat bolongan untuk memasukkan minyak tanah dan garam. Jika lubang tersebut disulut dengan api maka akan terdengar bunyi dentuman seperti meriam. Permainan itu juga umumnya dimainkan saat Ramadan oleh anak laki-laki setelah pulang taraweh dan tadarus di masjid.