Kesibukan mahasiswa kadang membuat mereka sulit meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan berbau kemanusiaan dan kerelawanan Sob, namun berbeda dengan Eko Bambang Widyatmoko, mahasiswa Universitas Negeri Semarang jurusan Geografi  dan alumni SMART angkatan 9 ini menolak terjebak dalam rutinitas harian yang itu-itu saja, sebab itulah ketika melihat unggahan Si Mobil Baca (Si MoBa) di Instagram ia langsung mengajukan diri menjadi relawan.

Wiwid, panggilan akrabnya, mengatakan jika Si MoBa bisa menjadi wadah yang baik bagi para pencinta literasi di Indonesia. “Kehadiran Si MoBa mirip dengan visi saya untuk mengembangkan literasi di masyarakat, saya yakin Si Moba merupakan medium bagi masyarakat dalam mengenal literasi,” tuturnya.

Meskipun aktif di kampus tak membuat Wiwid melupakan panggilan hatinya untuk bisa berkontribusi lebih di masyarakat, ia menambahkan jika Si Moba merupakan inovasi yang menarik karena tak hanya menawarkan buku-buku terkini, tetapi juga memberikan pelatihan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah tujuan.

“Ada hal menarik yang membuat saya sangat ingin bergabung menjadi relawan Si MoBa diantaranya dapat belajar literasi dari ahlinya dan ingin lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan mengajak mereka mengenal literasi dengan cara menyenangkan,” ucap Wiwid.

Wiwid dan relawan lainnya berjibaku menjangkau masyarakat di titik yang berdekatan dengan Taman Baca Masyarakat (TBM) dan sekolah pendampingan perpustakaan Gemari Baca Dompet Dhuafa Pendidikan. Selama beberapa bulan ke depan Si MoBa dijadwalkan berkeliling ke 22 titik di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan menyasar sekolah dan masyarakat daerah marginal. Agar manfaat program bisa berdampak berkesinambungan. (AR)