Warna-Warni OHARA 2017, Intip Yuk!

IMG_3768-864x576

SMART Ekselensia Indonesia kembali menghelat acara tahunannya yaitu Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) 2017. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, OHARA diadakan selama dua hari pada 25 dan 26 Oktober 2017. Pada hari pertama, Rabu (25-10), OHARA dibuka dengan pertunjukan teatrikal dari Tim Teater SMART, mereka unjuk kebolehan dengan penampilan bertajuk kritikan budaya yang tergerus dalam arus teknologi. Penampilan teatrikal yang dipimpin oleh Arkan mendapatkan sambutan hangat sekaligus tepuk tangan meriah. Setelah penampilan teaterikal, acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Saman.

Demi mengasah talenta berbicara di depan umum, pada OHARA 2017 Abdul Rahim dan Muhammad Rofiq Sidiq didapuk menjadi pewara utama, keduanya merupakan siswa kelas V. Acara pembukaan hari pertama cukuplah meriah. Hal yang paling membuat hadirin terjerit adalah pada saat Pewara Lomba Opera van Jampang memasuki panggung utama. Pewara OVJ saat itu adalah kakak-kakak artis yang berani unjuk gigi di vlog OHARA 2017, yaitu Kak Devon Agastyan Putra dan Kak Hafizh Musyaffa. Kak Hafizh menggunakan kostum Hanoman sedangkan Kak Devon berlaga seperti “Si Otot Kawat Tulang Besi”, Gatot Kaca. Selain itu, hebohnya juga pada saat mereka masuk sambil berjoget dengan lagu “Eta Terangkanlah”.

Setelah Pewara OVJ menggantikan pewara utama, berakhirlah sudah acara pembukaan hari pertama dan dimulainya Lomba Opera van Jampang juga lomba-lomba lainnya. Opera van Jampang diadakan di panggung utama, Festival Akulturasi Kuliner Nusantara diadakan di sekeliling panggung utama, Lomba Lintas Nusantara (Lintara) diadakan di kelas Bahasa Inggris dan Kelas IPS SMP untuk babak penyisihannya, Story Telling diadakan di Aula Masjid Al-Insan Dompet Dhuafa Pendidikan, Presentasi Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah dilaksanakan di Kelas Biologi, dan Presentasi Finalis Lomba Social Experiment diadakan di Kelas Matematika SMP. Masih kurang satu lomba, nih. Ya, “Menulis Esai”. Presentasi Finalis Lomba Menulis Esai akan dilaksanakan pada hari kedua, yaitu hari Kamis, tanggal 26 Oktober 2017 di Kelas Biologi.

IMG_3577-864x576

OHARA kali ini sangat menarik karena selain dikemas dengan tema baru, panitia OHARA 2017 juga menambahkan dua mata lomba baru, yaitu Social Experiment dan Menulis Esai. Di antara kedua lomba itu, ternyata Lomba Social Experiment OHARA juga merupakan lomba bertajuk Social Experiment pertama yang diadakan di Indonesia. Salah satu hal menarik adalah ada beberapa peserta Social Experiment yang merupakan Selebgram dan influencer muda Indonesia. Mereka adalah Fauzan Noor Q. dari SMAN 2 Tasikmalaya serta si kembar, Jhehan dan Jhihan dari SMA Fajar Hidayah.

Di sekeliling panggung utama diselenggarakan Festival Akulturasi Kuliner Nusantara. Pada OHARA tahun ini, terdapat empat belas stand dari berbagai sekolah di Indonesia. Para peserta FAKN sangat kreatif dalam menggabungkan satu kuliner budaya dengan kuliner lain. Hal ini dibuktikan dengan menu-menu FAKN yang beragam dan unik. Seperti yang tergambar dalam menu Es Dayang. Es Dayang merupakan singkatan dari Es Dawet dan Es Selendang Mayang. Terinspirasi dari produksi Es Selendang Mayang Betawi yang sudah cukup langka, membuat para peserta dari SMAIT Fajar Hidayah mengemasnya dalam bentuk yang baru, yaitu dengan mengganti kuah dalam es selendang mayang dengan kuah dari es dawet. “Kami terinspirasi dari budaya Betawi dan Jawa, walaupun beda, tapi pas disatuin cocok” ujar Nabilla, salah satu kreator dari Es Dayang. Walaupun berbeda dari Es Selendang Mayang biasanya, namun bahan-bahan utama tetap dipakai dalam pembuatan Es Dayang. “Bahan-bahanya sama, ada ketan, tape, selendang mayang, nangka, krimer tapi pake kuah dawet ayu” tambahnya.

Berbeda dengan stand Es Dayang dan stand-stand FAKN lain yang cukup sederhana, SMK Putra Pelita memiliki stand unik dan menarik. Dengan warna hijau yang dominan dan tulisan “Sugar Rocket” besar yang terpampang diatasnya, membuat stand SMK Putra Pelita dilirik oleh pelanggan. Menggabungkan cita rasa lokal dan Eropa, SMK Putra Pelita berhasil membuat merek dagang “Sugar Rocket” menjadi salah satu menu primadona dalam FAKN 2017. Sebuah roti isi yang berukuran mini berbahan dasar sukun dengan krim santan ditengahnya. Sugar Rocket merupakan hasil inspirasi dari pohon sukun dibelakang rumah.

“Awalnya mikir, gimana caranya buat olahan sukun yang beda dari biasanya,” ujar Purnama, kreator dari “Sugar Rocket”. ”Dengan mengambil konsep makanan Eropa, akhirnya jadi deh burger sukun,” tambahnya. Hanya bermodal berani dan nekat, Purnama akhirnya membuat “Sugar Rocket” sebagai merek dagang sendiri dan berhasil menjual di koperasi sekolahnya. “Udah berhasil jual di koperasi sekolah, semoga dengan usaha kami bisa menang FAKN,” tutupnya.

Beralih topik ke lomba Story Telling. Juri pada lomba ini ada tiga, yaitu Mrs. Malika, Ms. Ariani, dan Mr. …. Terdapat sepuluh finalis dari SMA dan juga sepuluh finalis dari SMP. Acara dilaksanakan di Aula Masjid Al-Insan Dompet Dhuafa Pendidikan. Rencana panitia adalah menyelesaikan lomba Stortell pada sore hari pertama. Namun, rencana tersebut gagal, justru malah bisa terselesaikan sebelum pelakasanaan Salat Zuhur. Di sela-sela penampilan, setelah lima peserta tampil, ditampilkan performance dari artis SMART, Zayn Kim Mura, alias Muhammad Fadhlullah Ramadhan. Dia adalah siswa SMART Ekselensia Indonesia kelas V yang berasal dari Kota Padang, Sumatera Barat. Zayn menyanyikan ….

Tadi Stortell, sekarang kita pindah ke Lomba Lintas Nusantara. Babak penyisihan lomba ini dilaksanakan di Ruang Kelas IPS SMP dan Ruang Kelas Bahasa Inggris. Babak ini dilaksanakan dengan tes tulis. Peserta Lintara pada tahun ini ada tujuh belas tim yang masing-masing timnya terdiri dari tiga orang peserta. Dari babak penyisihan, hanya diambil dua belas tim yang tertinggi nilainya. Babak selanjutnya adalah musikalitas dengan akustik. Pada babak ini terdapat dua orang juri yaitu Kak Ardian Farizaldi dan Kak Miftah Rizkamuna (Dika). Peserta yang berhasil lolos dari babak ini adalah sebanyak delapan tim. Setelah dari babak musikalitas, para pesrta akan lanjut ke babak Outbond pada hari kedua.
Lomba berikutnya ada Social Experiment.

Seperti yang disebutkan di awal, terdapat tiga orang selebgram yang berhasil digaet panitia OHARA kali ini. Tentunya akan banyak viewers dan likers yang mereka dapat saat babak penyisihan lewat Youtube. Hal tersebut termasuk ke dalam kriteria penilaian. Juri Social Experiment ada tiga, yaitu Kak Mulyadi, Kak …, Kak …. Penilaian tidak hanya pada viewer dan likers. Para peserta harus mempresentasikan hasil karyanya di hadapan para juri dan peserta lainnya. Siapakah yang memenangi lomba kali ini? Pastikah para selebgram itu memenanginya? Penasaran kan? Tunggu saja dan ketahui hasilnya pada penutupan OHARA 2017.

Lomba Karya Tulis Ilmiah. Mungkin sudah tidak asing lagi kita mendengarnya. Lomba kali ini kembali berhasil menggaet teman-teman dari SMAN 1 Tarakan, Kalimantan Utara. Mereka sudah keempat kalinya ikut LKTI dari tahun 2014, awal diadaakannya OHARA tingkat Nasional. Akankah mereka kembali merebut piala LKTI OHARA pada tahun ini? Kita lihat saja nanti hasilnya.

Tunggu dulu, sepertinya dari tadi hanya yang agak jauh dari panggung utama. Ya, di panggung utama juga diselenggarakan lomba teater, yaitu Opera van Jampang. Juri Opera van Jampang kali ini ada tiga, yaitu Kak Dini Wikartaatmadja, Kak Angger, dan Kak Doni. Lomba ini akan dilaksanakan selama dua hari.

Ada satu lomba lagi nih. Semoga berjalan lancar ya di hari kedua. Lomba menulis Esai. Lomba yang dikatakan anak bungsu ini mendapat perhatian dari banyak partisipan budaya. Pada babak penyisihan, tedapat tiga puluh hasil karya para peserta, hanya saja yang lolos ke babak final dibatasi sepuluh orang dan mereka akan mempresentasikan esai mereka hari ini di Ruang Kelas Biologi.

Lanjutkan terus perjuangan kalian, pemuda cinta budaya. Jangan menyerah walau harus kalah. Menang kalah adalah hal yang biasa. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dan mengambil hikmah di balik segala yang telah terjadi. Ingatlah, tidak ada manusia yang tercipta sangat sempurna. Tentu ada kekurangannya juga. Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Sudah membuat rencana, lakukanlah, laksanakan apa yang sudah direncanakan itu.

Setelahnya, baru dilakukan evaluasi agar ke depannya bisa lebih baik lagi. Ingat, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Berapa kali Edison gagal membuat bola lampu? Sekitar 10.000 kali kawan. Anggap saja penilaian dari dewan juri adalah sebagai evaluasi bagi kita agar bisa lebih baik lagi pada perlombaan selanjutnya. Jangan berputus asa. Ingat, masih ada Allah.

Bertawakalah. “Wahai orang-orang yang beriman, mintalah (kepada Allah) dengan sabar dan salat ...”. Sabar, itu lah yang dikatakan Allah. Selalu berada di garda terdepan dalam berbuat baik atau berlombalah dalam hal kebaikan. Semangat berkompetisi di OHARA. Semangat mempertahankan budaya. Salam OHARA, Salam Budaya! (LN)